Teman Dekat

Dalam hidup setidaknya kita punya satu atau dua teman yang dekat, yang bener-bener mengerti kamu, ada di sisi kamu di senang atau susahnya kamu, tapi seiring dengan perjalanan kamu mengejar cita dan cinta teman jadi terkikis. Meskipun dunia sudah digenggaman kamu, cinta dirangkulanmu, teman dekat yang hilang bisa jadi one missing piece di hatimu. Apakah ini adalah akhir cerita ?

Ketika masih kecil kemungkinan kita untuk mendapatkan teman adalah lebih mudah, ketika mereka mudah diajak ngomong dan asik diajak main kemudian kesenangan akan datang dengan sendirinya. Sewaktu kuliah, waktu kita mulai struggle merakit masa depan, teman yang benar-benar ikut mengisi hidup kita, mereka lebih memorable untuk jadi teman.

Setelah kuliah mulailah perceraian terjadi kita atau teman harus mengejar pekerjaan di kota lain atau kemudian memulai rumah tangga baru atau sudah mulai memiliki anak, teman yang dulu pernah makan 1 indomie dimakan berdua sudah terasa asing, teman yang dulu bisa diajak bermalam di pantai paris pakai selimut jas hujan entah dimana sekarang.

Tapi sebenarnya masalah awalnya bukan itu, bukan karena teman dekat kita yang hilang, tapi masalahnya adalah semakin dewasa kita akan kesulitan mencari teman dekat yang baru.

Dengan semakin sibuknya kita dengan pekerjaan terus apalagi kalo kita sudah punya keluarga, punya anak, semakin sulit kita jadi a shoulder to cry on pada teman yang baru. Juga karena kita sudah bekerja dan sudah mapan, kita merasa tidak lagi butuh a shoulder to cry on. Tapi benarkah begitu faktanya ?

Hubungan dengan orang lain akan menjaga kerja otak lebih baik dan umur yang lebih panjang daripada mereka yang terpisah dari lingkungan sosial

Dan ini bukan mengenai jumlah dari orang(teman) tapi yang penting adalah kualitas dari hubungan dengan teman-teman dekatmu itu

Robert Waldinger - Harvard study of Adult Development

Ciri utama dari teman dekat yang berkualitas adalah:

  • mudah diajak ngomong
  • menyenangkan
  • dan bisa diandalkan

audience: Kaya sopir saya ya pak ?

presenter: Kalau sopir kamu gak minta gaji, trus kamu juga mau nyopirin dia, nah itu bisa jadi kandidat teman yang berkualitas.

Okai lanjut, jadi teman yang dekat berpengaruh pada kesehatan dan juga mencari teman yang baru juga sulit. Terus bagaimana kita bisa mendapatkan teman dekat yang berkualitas ?

Raih kembali teman lawasmu

Teman adalah asset, meskipun sudah terpisahkan oleh jarak dan aktifitas, sekuat tenaga kumpulkan kembali teman-teman karibmu dan gathering secara offline. Jadi berkumpul adalah penting, meskipun belum sampai ke bisa diandalkan lagi, kita sudah memulai untuk ngomong bareng dan membangun kegiatan bersama yang menyenangkan.

Jadikan itu bagian dari diri kamu

Ini bukan reuni, bukan sekedar obat untuk melunasi rasa kangen, jangan hanya sekedar tiap hari raya aja, usahakan dua atau tiga bulan sekali bisa ngumpul bareng. Banyak alasan yang bisa digunakan untuk bikin acara, misal arisan, ulang tahun, atau mbahas sesuatu dari yang gak penting atau bikin usaha sampingan bareng.

Jadi teman sejati itu tidak seperti HP, rusak atau bosen bisa dengan gampang ganti yang baru, tapi teman sejati adalah bagian dari diri kamu yang kamu bawa sampai mati, raih kembali dan pertahankan teman-teman sejati kamu agar kamu tidak kesepian dan hidup lebih sehat.

resource: https://www.nirandfar.com/2016/02/happiness-hack-one-ritual-made-much-happier.html